2010
02.04

Hohohoo… awalnya kepikiran untuk memasak kue popok a.k.a diaper cake ini saat brainstorming ide untuk kado aqiqahnya baby-Adam. Teman-teman usul untuk ngadoin selain mainan (mainan kan kepake’nya cuma sebentar… lagipula baru kepakai setelah diatas 3 bulan). Wah, jadinya dikasih kado apa ya ?

Kemudian barulah teringat pas awal Januari kemaren pernah ngobrol-ngobrol sama Emme tentang diapers & piranti newborn-baby lainnya. Betapa yaa, frekuensi bayi pipis & pup aja bisa jadi topik obrolan seru antara sesama emak-emak :lol: Dari obrolan tersebut, barulah ngeh kalo ternyata bayi banyaaaaak berganti popok disaat awal-awal bulan usianya. Hmmm… kalo begitu, kenapa nggak kasih hadiah parsel popok & baby-toilettries aja buat baby-Adam ? Praktis & isinya pasti kepakai. Dan parsel popok ini bisa dibentuk lucu-lucu, salah satunya dirangkai jadi Diaper-Cake ;-) Setelah berembug & belanja bareng Parlimail-aunties & uncles… let’s bake the cake !! :-D

Bahan :

1 pak dispo-diaper ukuran newborn/small (isi sekitar 48-52 diapers).

gunting, double tape atau glue-gun

1 gulung benang kasur

1 kantong karet gelang

1 botol baby powder (ukuran besar)

2 gulung transparent gift-wrap (bungkus kado yang bening ituh)

1 alas kue dari karton (diameter 12″/32 cm)

2-3 macam pita warna-warni, @ 5 meter

Cake’s icing : baby toilettries (shampoo, sabun, baby oil, baby cologne, etc.), small stuffed animal, bath-toys, handuk waslap, selimut bayi, handuk bordir, baju bayi, sepatu, empeng, slobber/baby-bib, set sisir bayi, teether/pacifies… terserah ;-)

Cara bikin :

Pastikan semua bahan-bahan & cake’s icing sudah bersih, karena akan melekat langsung pada diapers. Gulung setiap diaper & tahan dengan karet gelang. Susun diapers mengelilingi botol bedak sampai sekitar 25 diapers untuk membuat lapis pertama. Ikat dengan benang kasur untuk menahan keseluruhan susunan lapis pertama diapers ini.

Lakukan hal yang sama untuk membuat lapis kedua cake, hanya saja gunakan sekitar 15 gulungan diapers. Untuk lapis ketiga, susun gulungan diapers yang tersisa.

aunties yang cantik2 tengah memasak cake... (^^)

Ikatkan pita-pita warna-warni mengelilingi setiap lapisan “kue”. Sematkan beberapa hiasan pada pita ini dengan double tape atau lem-tembak (hati-hati jangan sampai mengenai diapersnya).

Setelah pita selesai dipasang, inilah saatnya untuk berkreasi lebih lanjut…. silakan menghias cake dengan icings beraneka-rupa ;-) Selipkan benda-benda hiasan icings didalam pita. Sebagai topping utama, taruh pita besar, bunga-bunga kain atau boneka di bagian puncak “cake”. Hiasan apapun, yang penting “match” dengan tema cake-nya ;-)

Bungkus cake dengan gift-wrap plastik, ikat dengan pita…

Hmmmm... YUMMY !

This is it… Diaper-cake for baby-boy a la Parlimail !!

*ngomongnya pake’ gaya Farah Quinn* :lol:

2010
02.02

Setelah nunggu 4 tahun-lebih mencari-cari film (bagus) ini… akhirnya kesampaian juga buat nonton :-) Jujur, dulu tuh susaaah aja buat cari film Le Grand Voyage… dari mulai cari donlotan-nya sampe nyari ke toko DVD langganan (yang jual DVD film-film antik & film-festival), nggak dapet-dapet. Sore weekend kemarin, Baim berhasil bawa-pulang donlotan filmnya & kami pun nonton bareng… yippie ! :-)

Le Grand Voyage sendiri bercerita tentang Reda, seorang cowo prancis-maroko, dan ayahnya (the father) yang melakukan perjalanan road trip naik mobil bekas menuju… Mekkah. Ayahnya ingin secepatnya menunaikan ibadah haji karena udah tua & takut nggak keburu melaksanakan kewajiban rukun islam ke-5 tersebut. Maka di suatu malam, ayahnya memutuskan bahwa Reda-lah yang akan nyupir selama perjalanan tersebut (yang sebenarnya Reda nggak mau karena sedang menyiapkan ujian akhir & ogah berlama-lama ninggalin pacarnya). Harusnya kakak Reda-lah yang nyupir roadtrip menuju Mekkah, tapi karena mabuk & SIM-nya ditahan, jadilah Reda yang didaulat buat nyupir & akhirnya mau (meski kepaksa). Jadilah mereka, anak-bapak, melakukan perjalanan darat dari selatan Perancis menuju Mekkah, sejauh 3000 mil, melewati Itali, Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah & Jordania.

Berawal dengan banyak ketidakcocokan antara Reda & ayahnya, perjalanan menuju Mekkah tersebut menjadi “pintu” lain yang membuka mata ayahnya tentang pikiran & sikap Reda, dan membuat Reda belajar memahami keyakinan yang dianut ayahnya. Saat tiba di Mekkah, mereka berdua menjadi orang yang berbeda dengan saat mereka berangkat, seperti yang dianalogikan dari salah satu dialog mereka :

Reda : Why didn’t you fly to Mecca? It’s a lot simpler.
Father : When the waters of the ocean rise to the heavens, they lose their bitterness to become pure again…
Reda : …What ?
Father : The ocean waters evaporate as they rise to the clouds. And as they evaporate they become fresh.
That’s why, it’s better to go on your pilgrimage on foot than on horseback, better on horseback than by car, better by car than by boat, better by boat than by plane.

2010
01.29

Dimulai dengan baca-baca flyer-nya dulu; maka dengan ini sang suami pun resmi mengikuti penataran tentang cara-cara memakai sleepywrap…

…setelah sebelumnya diwanti-wanti (baca : diancam) : “Pokoknya harus mau ikut pake ! Awas lho kalo nggak mau !!” :lol:

2010
01.28

Woooo-hooo! Waktu berjalan cepat sekali & tidak terasa…udah mau masuk minggu-28 ajah ;-)   Alhamdulillah, sampai saat ini semuanya berjalan lancar… si baby & emaknya sehat-sehat saja, nafsumakan kami berdua pun masih tetap buas :lol: Palingan yang jadi concern hanya pinggang lebih sering pegel-pegel & kalau malam tidur harus ekstra gusrak-gusruk dulu sampai dapet PW (posisi wuenak). Trus sesuai nasihat ibunda, gue juga mulai mengurangi konsumsi garam & gula dalam makanan pun minuman. Ngurangin garam untuk meminimalisir efek water-retain yang bisa bikin kaki-tangan-pembuluh darah bengkak, sementara ngurangin gula supaya nggak ada gula berlebih aja di darah (yang mana bisa berakibat ke membesarnya ukuran si baby). Yah, mendingan si baby lahir dengan berat secukupnya aja deh (dulu gue lahir 2.8 kg), trus tumbuh-gedenya ntar pas udah diluar perut :-D

Selain itu… sekarang juga udah mulai sibuk (baca : keasyikan) nyiap-nyiapin & belanja perlengkapan bayi :lol: Pheeeww… have i told u guys kalo ternyata banyak ajah yang harus dibeli ? Belum lagi yang namanya toko-toko online itu yah, koleksi barang-jualannya lucuuuu aja… ampuh banget dah ngeracunin emak-emak ngiler macam gue ini buat semakin menggila saat belanja :lol: Disaat inilah gue baru sadar kalau terlalu banyak kata “LUCU” bisa berimbas ke hal-hal yang nggak-lucu, misalnya : budget belanja buat baby jadi membengkak & terancam jebol :-P Gimana gak jebol kalo saban kali belanja, modusnya selalu seperti ini :

“Iiiii… baju bayi-nya LUCU ! Beli aah…” **padahal baju buat bayi usia 6 bulan**

“Aduuuh, kaus-kakinya LUCU ! Yang model begini belum punya ! Beli aja deh…” **padahal sebelumnya udah beli 6 pasang kaus kaki**

“Aaaarrgh… tas-nya LUCU, stylish gitu & bisa dijadiin diaper-bag ! Beli yaa…” **padahal koleksi tas udah menggunduk didalam lemari-rak**

Sementara kata “LUCU” membuat gue semakin menggila belanja-belanji, Baim cuma bisa geleng-geleng & ngelus dada :lol: Gara-gara kata “LUCU” itu tuh, selaluuu aja ada yang pengen dibeli… dan biasanya, barang yang lucu-lucu itu (ternyata) bukan kebutuhan yang penting untuk segera dibeli :lol:

Akhirnya untuk mengatasi kecanduan gue akan kata “LUCU”, kami bikin kesepakatan untuk membagi budget belanja si baby jadi 3 bagian. Sepertiga bagian pertama hanya dibelanjakan untuk kebutuhan pokok (primer) si baby saat usia 0-3 bulan & dibelanjakannya sedari sekarang (sebelum si baby lahir). Sepertiga bagian berikutnya untuk belanja kebutuhan si baby pas nanti masuk usia 5-6 bulan (kebutuhan sekunder, termasuk buat beli clodi & baju jalan-jalan yang supercute & keren-keren), trus sisa 1/3-nya untuk belanja kebutuhan tersier & perlengkapan yang akan dipakai si baby selepas usia 7-8 bulan. Kalau sekarang baru dikeluarin 1/3 bagian aja, sisa 2/3nya disimpen dimana ? Disimpan di rekening budget si baby & kartunya Baim yang pegang :lol: Sengaja kartunya dipegang Baim karena dalam urusan belanja baby-stuff ini, beliau terbukti punya kontrol-diri yang lebih kuat daripada  gue… Apalagi kalo pas jalan-jalan ke mall & cuci-mata di section perlengkapan bayi :-P

Besarnya nominal dari masing-masing bagian nggak saklek 1/3 dari total budget… ini tergantung banyaknya item yang harus disiapkan juga. Yang paling berat itu bukan pas membagi-bagi budgetnya, melainkan pas memilah-milih mana item yang urgent untuk dibeli segera & mana yang bisa dibeli nanti :lol: Setelah itu, “penderitaan” belum berakhir lho… karena diperlukan kontrol diri yang kuat & saling mengingatkan satu-sama lain supaya 1/3 budget pertama ini dibelanjakan secara bijak & 2/3 bagian sisanya tidak tersentuh sampai tiba waktunya nanti :lol:  Jadi kalo gue-nya udah merengek-rengek minta tambahan buat belanja kebutuhan primer, Baim kudu galak ngingetin gue… Sementara kalau Baim tergoda buat ngebelanjain uang budget yang belum seharusnya dikeluarkan, gue siap mengingatkan beliau sambil mecut-mecutin cambuk *buseeet*

So far, kesepakatan berjalan dengan baik (well… sesekali gue masih merengek-rengek sih :-P ) & sampai saat ini, budget-primer tersebut kepake’nya benar-benar untuk beli kebutuhan primer si baby, seperti piranti popok, baju baby buat di rumah, mitten & bootees, perlak, beberapa potong baju bepergian (OK gue akui, gue agak menggila pas bagian ini), baby wrap-carrier, perlengkapan mandi, dkk. Yang masih menanti buat dibeli adalah baby-cot, lemari/laci baju, baby bath-tub, breatspump & piranti menyusui lainnya, plus popok (mo dapet lungsuran, ihiiiy) serta beberapa barang yang mau dibawain/dipesan dari tanah air tercintah. Gue jadi inget matematika-rejeki yang pernah ortu bilang : kalau anggota keluarga bertambah, insyaAllah rejekinya juga bertambah… yang penting berdoa terus, minta ke Allah supaya rejekinya dicukupkan & kitanya bertanggungjawab dengan mengelola rejeki tersebut sebaik-baiknya :-) Insya Allah.

p.s : kemarin pas iseng gentayangan di internet, nemu online-shoppe ini yang menjual paket perlengkapan basic untuk newborn baby. Sangat membantu para newbie-parents (terutama emak-emak clueless macam gue  :lol: ) untuk memilihkan kebutuhan primer buat bayi baru lahir :-D Patut dicontoh nih strateginya, hehe.

2010
01.23

Sebenarnya udah rada “telat”, seminggu yang lalu sih… tapi, pengen cerita ajah. Gue berharap semoga promo seperti ini bakal sering-sering ada lagi :lol:

Beberapa minggu terakhir ini kayaknya telinga Baim udah pengeng tiap kali mendengar rajukan gue : “Baiiiim… aku laper…!”. Tapi serius, perut gue emang berasa lapeeeer melulu… nggak siang, nggak tengah malem : LAPER. Sesisir pisang bisa habis dalam waktu 2 hari saja, begitu pula dengan buah lainnya kayak pepaya. Pernah juga tengah malem terbangun, laper & masak bubur havermut susu. Kayaknya kalo dari setiap rajukan itu menghasilkan duit RM1, kami udah bakal jadi milyuner :lol:

Rabu minggu lalu, di suatu sore saat perut lagi laper-lapernya, Baim nge-buzz via YM &… ngajak makan malem bareng. Iya sih, tiap malem juga makan bareng, tapi tumben aja kali itu ngajak makan malam sekalian jalan-jalan ke BJ-Mall. Hmm, mungkin beliao pengen cari piranti komputer disana, pikir gue. Yaudah, gue iya-kan aja. Janjian ketemu di halte bus dekat rumah (ihiiiy… serasa pacaran lagi :-P ). Sebelum signout, Baim mewanti-wanti : “Kamu pake baju merah, ya… Pokoknya harus pake baju merah.”

Hweeeee… aneh sekali. Tumben dia minta janjian ketemuan & minta gue harus pake baju merah pula. Kayak mo blind-date ajah :lol: Yaudah, di-iya-kan saja lagi… mungkin pake baju merah biar ntar segera keliatan & nyarinya gampang.

Di waktu yang sudah dijanjikan, menunggulah gue di halte bus. Pas bus 301 lewat & kelihatan Baim berdiri didekat pintunya, langsung gue hop-in. Dan bergeraklah kami menuju BJ-Mall.

Sampai BJ-Mall, Baim bilang “Aku laper nih ! Kamu laper gak ?”

“Laper ? Aku ? Selalu setiap saat, sayang…” :lol:

“Yaudah, kita makan dulu yuk !” ajak Baim

“Dimana ?”

“Dah, ikut ajah… tempatnya enak !”. Trus… dia masuk deh ke Kenny Rogers Roasters. Nggak salah nih, tengah bulan laki gue ngajak makan besar di resto ?? :lol: *maklum, pasangan ngirit*. Tapi pas baca banner promosi yang terpasang di dinding resto… barulah gue sadar kalau hari itu, lagi ada promosi Roasters Eating Day (RED). Promonya seperti apa ? Makan-seporsi-quarter-meal-dapet-GRATIS-seporsi-quarter-meal :lol: Syaratnya : pakai baju/aksesoris warna merah.

… PANTESAN :lol:

...bumil nggragas

baju merah dimana-mana

Seporsi quarter-meal terdiri atas 3 side-dishes, 1 muffin & roasted 1/4 monstrous chicken :lol: Benar-benar pemuas bumil yang lagi kelaparan deh. Ayamnya lumayan lembut & juicy, dipanggang sampai kulitnya crispy, tapi dagingnya nggak kering. Tapi gue nggak makan 2 porsi-laaah… yang satu lagi tu hidangannya Baim. Lha wong setelah makan seporsi quarter meal ini, perutnya langsung begah-begah… kekenyangan :lol: Bagusnya si baby langsung kalem setelah pesta-pora di malam itu, hehe.

Sepulangnya dari sana, karena begah maka gue harus jalan pelan-pelan sambil digandeng Baim biar nggak limbung & jatuh :lol: Sambil mengusap perut gue, Baim bilang : “Udah, kenyang ya sayang… ntar tengah malem jangan bangun kelaperan lagi, ya.”

:lol: