Diantara semua baby-stuffs yang kami survey, popok bayi termasuk yang cukup getol disurvey karena… sedari awal kami berniat untuk mempopokkainkan si baby 😛 Mulanya sih dari dari wejangan nyokap saat awal-awal saya hamil. Nyokap udah mewanti-wanti : “Nanti cucuku dipakein popok kain, ya !!”

“Kenapa, Bu ?”

“Biar pantatnya nggak bruntus-bruntus !” jawab nyokap, “Kamu bertiga pas masih bayi, semuanya ibu pakein popok kain. Nggak pernah tuh bruntusan. Ibu masih nyimpen tu popok-popoknya. Nanti kamu pakai aja ya ?”

Ihiiiyy, asiiikk dapet lungsuran popok kain (jadi kan, Bu ?) 😆 Saya setuju-setuju saja dengan pemakaian popok kain ini, apalagi setelah baca kalau efek psikologis dari pemakaiannya pada anak bisa mempermudah proses toilet-training*.

Motivasi lainnya datang setelah ikutan forum theurbanmama.  Sebelum hamil Alma, popok kain yang saya tahu itu ya yang bentuknya segiempat superlebar, yang harus dilipat-lipat & disemat peniti-raksasa untuk dipakaikan ke bayi. Tapi setelah nimbrung ngobrol di thread clodi urbanmama & cari-cari info via google… ternyata, popok-kain-model-jadul itu sudah berevolusi menjadi banyaaak model yang lucu-lucu & inovatif ! Saking keren & lucunya popok-popok itu, saya (nyaris) kalap, semuanya ingin dibeli. Udah gitu, cara pemakaiannya (terlihat) mudah pula… tambah kuat deh “racun”nya, hehee.

So cute !! Adek-popok bokongnya minta digigit… 😛

Dasar newbie, puas keblinger memelototi berbagai model popok yang menggemaskan itu, barulah saya pusing sendiri : Kok istilahnya banyak banget ya ? Prefolds-lah, clodi-lah, all-in-one diapers-lah, insert-lah… Apapula itu semua ? *garukgarukjidat* Ayo ibu-ibu, tunjuk tangan : siapa yang juga ikutan klenger membaca sejibun istilah dunia perpopokkainan ini ?

Setelah ditelusuri & baca sana-sini, akhirnya baru deh mulai ngerti sama arti istilah-istilah tersebut. Iseng-iseng kalau boleh coba dirangkum & dibuat kamus-kosakata, berikut benda-benda yang namanya jadi istilah awam dalam dunia perpopokkainan :

  • Popok-tali : disebut juga popok ikat. Ini yang paling awam ya, semua udah tahu pemakaiannya dengan mengikatkan kedua utas tali mengelilingi pinggang bayi (menahan agar popoknya tidak terlepas). Biasanya dibuat dari kain katun atau bahan kaus; beberapa merk  ada yang menambah ekstra lapisan kain di bagian tengah popok (agak tebal di bagian yang banyak terkena pipis). Cocok dipakaikan ke bayi baru lahir yang masih sering pipis-poop & belum banyak aktif bergerak. Tapi karena bahannya tipis, tetap rawan tembus. Bagusnya : bahan tipis ini cukup breathable & saat bayinya pipis-poop bisa langsung ketahuan.

  • Flat-Diaper : dikenal juga sebagai popok kain persegi yang lebar itu… Tahu kan, model popok jaman-dahulu-kala yang harus dilipat-lipat sebelum dipakaikan ke bayi, lalu disemat dengan peniti raksasa supaya nggak lepas & terpasang rapi. Ukuran standar popok kain ini adalah 70×70 cm, tapi ada juga yang membuat ukuran 80×80 cm. Flat diapers ini dibuat dari bahan muslin (muslin squares), katun atau tetra (anyaman benangnya agak carang/semi transparent). Daya serapnya bagus, apalagi setelah dicuci-pakai berkali-kali sampai jadi mengembang & crisp. Tapi kalau kena ompol relatif cepat merembes & lembab-berat oleh air pipis. Kalau memilih memakai popok model ini, siapkan area jemuran yang cukup luas  agar muat untuk menjemur popok-popok ini (bahannya lebar, jadi lumayan makan-tempat). Keunggulan lainnya : mudah dibersihkan & cepat keringnya (bahkan kalau dijemur dengan cara diangin-anginkan kipas angin)
  • Prefold : popok segi empat yang dibuat dengan menumpuk/melipat terlebih dahulu beberapa lembar popok kain sekaligus, lalu dijahit-tindas & di-neci sehingga menghasilkan selembar popok yang tebal di bagian tengahnya (sebagai lapisan-penyerap). Lapisan penyerap prefold terdiri antara 6-8 lapis kain sehingga daya serap ompolnya tinggi & tahan dipakai agak lama (dibandingkan dengan flat diaper). Akan menyerap lebih bagus setelah beberapa kali dicuci-pakai sehingga bahannya mengembang & fluffy. Untuk pemakaiannya tidak perlu banyak dilipat-lipat. Kalau jenuh oleh ompol, tetap akan merembes. Juga karena tebal, saat dijemur butuh waktu agak lama untuk kering (lumayan bikin panik kalau dipakai saat musim hujan).
  • Diaper Cover : ada yang menyebutnya sebagai shell, atau popok plastik (??). Diaper cover adalah popok penutup ekstra yang dipakai diluar flat diaper/popok tali/prefolds. Dipakai untuk mencegah merembesnya ompol keluar & kena ke seprai, kasur, baju, sofa, kain gendongan, dkk. Kalau popok kainnya basah, cukup popok kainnya yang diganti, sementara  diaper cover bisa dipakai lagi (kecuali kalau terkena poop).
    Bentuk diaper-cover menyerupai celana semi-popok dengan perekat velcro, kancing jepret  (snaps) atau waistband karet. Umumnya dibuat dari bahan yang menolak-air seperti PUL atau kain wool. Karena bersifat menolak-air, diaper-cover cukup diganti setiap dua-tiga kali pemakaian popok kain. Meskipun begitu, kejenuhan popok kain dibalik cover ini tetap harus rajin-rajin diperiksa. Cara pemakaian diaper cover bisa dengan memakaikannya diluar popok kain yang sudah dipakaikan (didobel), atau mengisi diaper-cover dengan flat diaper/prefold seperti gambar berikut :

  • Fitted-diaper : popok yang sudah dibuat dengan pola, bentuk & size yang pas (fitted) & ukurannya dibuat berbeda untuk setiap rentang usia bayi (petite-newborn, infant, toddler). Jadi ada ukuran newborn, S, M, L, XL. Biasanya tetap harus didobel dengan diaper-cover.
  • One-Size Pocket Diaper : berupa popok dengan kantung (pocket) di bagian belakang/tengah untuk diisi sumpalan kain penyerap ompol. Popok jenis ini yang sering disebut CLODI (= Cloth Diaper) oleh para mama masa kini. Bagian dalam pocket-diaper dibuat dari bahan lembut (fleece atau microfleece) yang bisa dilalui air pipis namun permukaannya tetap kering; sementara bagian luar popok dibuat dari bahan yang bersifat menolak-air (bahan PUL biasa atau minky velour). Disebut one-size karena popok ini memiliki setting kancing & lipatan yang bisa diatur sedemikian rupa sehingga rentang waktu pemakaian popok ini relatif lebih lama (dipakai dari baru lahir sampai saat anak lulus toilet training, atau dari berat 3,5 – 18 kg). Daya serap popok & daya tampung ompolnya ditentukan dari jumlah & jenis kain penyerap ompol didalam kantungnya. Sebelum dicuci, kain penyerap ompol harus dikeluarkan dari kantong-popok. Relatif cepat kering karena dicuci & dijemur terpisah.
    Durasi pemakaian pocket diaper ini bervariasi… bisa sekitar 2-3 jam, tapi ada juga yang tahan sampai 8-9 jam 😛 Pastinya, ada rupa-ada harga. Untuk mencegah timbulnya ruam-popok, pocket diaper tetap harus rajin-rajin diperiksa seberapa jenuhnya sudah menyerap ompol. Kalau tidak, sama saja seperti pakai pospak, ya…
  • Insert : ini dia pasangan-sejatinya one-size pocket diaper. Insert adalah lembaran kain penyerap ompol yang dimasukkan (inserted) kedalam kantong pocket-diaper. Dibuat dari bahan-bahan berdaya serap tinggi seperti katun, microfiber, terry (sejenis handuk), bamboo-fibre, atau hemp (ini yang dayaserapnya paling bagus). Biasanya kalau beli satu one-size pocket diaper sudah termasuk dikasih dua lembar inserts. Biarpun selembar insert ini tampaknya tipis, tetapi dayaserap & daya-tampung cairannya besar… bisa untuk pemakaian antara 3-8 jam. Untuk menambah daya tampung ompol, tinggal tambahkan jumlah insert ke dalam kantung popok. Flat diaper, prefolds maupun kain alas ompol yang dilipat-lipat bisa juga dimanfaatkan sebagai insert, tapi popok akan tampak terlalu tebal di daerah sekitar bokong.
    Ada beberapa jenis lembaran kain serupa insert yang pemakaiannya cukup diletakkan diatas diaper-cover atau shell; ini biasanya disebut sebagai soaker. Untuk menambah daya serapnya, diatas soaker tinggal ditambahkan lapisan booster. Soaker & booster dibuat sedemikian rupa sehingga kalaupun jenuh menyerap air pipis, permukaannya akan relatif tetap kering (atau, paling-paling sedikiit lembab), sehingga aman saat bersentuhan dengan kulit bayi. Berbeda dengan insert : permukaan insert yang sudah banyak menyerap air pipis akan terasa basah-kuyup, sehingga sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan kulit bayi karena bisa menimbulkan ruam popok. Sedangkan pada insert yang belum banyak menyerap air pipis, saat kontak dengan kulit bayi bisa menyerap kelembaban kulit sehingga membuat kulit jadi kering.
  • All-in-One Diaper (AIO diaper) : berupa popok kain yang lapisan luar (cover) & lapisan-penyerap-ompol didalamnya sudah dijahit menyatu, sehingga lebih praktis saat digunakan. Tidak perlu memasukkan sumpalan inserts, origami-melipat-popok, pasang peniti disana-sini, ataupun bolak-balik memasangkan diaper-cover… tinggal gunakan saja. Kancingnya bisa berupa perekat velcro atau kancing snaps. Hanya saja karena dijahit menyatu, popok ini cukup tebal & butuh waktu lebih lama untuk kering setelah dicuci. Beberapa produsen ada yang membuat AIO diapers dengan berbagai ukuran (S,M,L, XL), tapi sekarang ada juga AIO diapers yang dibuat one-sized (untuk dipakai dari berat badan 3-15 kg).
  • Nappy-liner : selembar kertas atau kain tipis yang diletakkan di atas popok kain untuk “menangkap” ampas kotoran bayi. Nappy liner dijual dalam bentuk gulungan, kotakan seperti tissue atau lembaran kain tipis. Bahannya tidak mudah koyak oleh air, sehingga air pipis tetap mudah terserap sekaligus menahan poop supaya tidak menempel langsung ke kain popok. Poop yang tertahan di nappy liner harus tetap disiram ke toilet & nappy liner-nya dibuang terpisah… tapi ada juga nappy liner yang dibuat biodegradable sehingga nappy liner+poopnya tinggal dibuang semua ke kloset. Untuk nappy-liner dari kain, bisa dicuci & dipakai-ulang (dibuat dari bahan fleece atau voile). Nappy liner bisa dipakai pada semua jenis popok kain. Dengan nappy-liner ini, popok jadi lebih mudah dibersihkan.
  • Nappy-fastener : dipakai sebagai penggantinya peniti-raksasa; untuk menyematkan flat diaper & prefold.  Nappy-fastener ini terbuat dari karet elastik yang pada ujung-ujungnya ada semacam kait bergerigi (hook) dari plastik, untuk dikaitkan pada anyaman bahan flat diaper/prefolds. Untuk pemakaiannya, cukup ditarik & dikaitkan pada kain popok. Untuk frekuensi pemakaian yang kerap, sebaiknya nappy fastener diganti setiap 3 bulan sekali.


Sepertinya… itu saja istilah-istilah yang bisa dikumpulkan   Silahkan kalau ada yang mau menambahkan isi dari “kamus” ini. Dari pengamatan pribadi, meskipun berbagai merk mengeluarkan berbagai jenis popok dengan nama & istilah yang baru, ujung-ujungnya tetap merujuk kembali ke salah satu istilah perpopokkainan yang dijelaskan di atas. Dari ulasan di atas juga, silakan deh ibu-ibu menentukan tipe popok kain mana yang cocok dikenakan pada anak masing-masing. Beberapa bayi ada yang jadi lebih nyaman & less-rewel saat dipakaikan fitted diapers… beberapa ibu ada yang merasa sangat terbantu oleh pocket diapers untuk pemakaian overnight… ada juga ibu-ibu yang merasa lebih mudah memakaikan flat diapers (yang juga lebih cepat kering saat dijemur. Jujur deh ibu-ibu, kadang suka pusing ‘kan kalau menghadapi jemuran popok & insertnya yang tidak kunjung kering ? 😛 ).

Kalau soal merk clodi… wah, ada banyak pilihannya. Mau merk import asal USA/Inggris/Singapore ada Grobaby, Happy Heinys, BumGenius, Econobum, Mothercare, Wonderoos, Thirsties, Rumparooz & Bumwear yang terkenal mantep (baik dari segi desain, keawetan maupun harganya 😆 ). Ada juga clodi buatan cina bernama Coolababy; katanya sih versi murahnya clodi import. Trus juga ada clodi buatan Indonesia (lokal) seberti BabyOz, BabyLand, Zigie Zag & Nice Kids yang lumayan affordable & mutunya bervariasi. Tinggal pilih mau yang mana, sesuai dengan keperluan & budget. Ada ortu yang memilih pakai clodi import semua karena awet & bagus (plus motif-corak popoknya lucu-lucu & ngegemesiiiin)… ada pula yang mengkombinasikan pemakaian clodi cina/lokal dengan clodi import. Tapi nggak sedikit pula ortu yang cinta-produk-lokal lho 😉 Emak-emak di Malaysia sendiri udah cukup lama “nanggep” & khatam dengan pemakaian clodi ini. Disini pun ada banyak toko-online yang jualan clodi bagus dengan harga bersaing. Bahkan forum diapersasia punya thread khusus untuk para mommies menjual clodi 2nd-hand (alias pre-loved diapers), dengan harga-miring & kualitas popok yang masih bagus dipakai 😉

Tertarik untuk lebih lanjut membahas popok kain beserta segala perintilannya ? Yuk, silakan gabung ngobrol di thread ini 😉