Rumahnya Aini

Home is where the heart is ❀️

It’s Been 6 Months…

…plus 14 days since our wedding day πŸ˜›
Yeah, i know… sounds cheesy to think about monthversary and celebrating the month we’re together just like teenage couples did πŸ˜› But… sorry,

Tentang Menyampahi YM Orang & Berhenti Bermimpi

Beberapa minggu yang lalu, ada seorang teman yang datang via YM ke gue sambil curhat meruntuk-runtuk. Gue pikir, oh… dia lagi bete kali yah. Yo wis, gue persilakan aja untuk curhat online.
Tapi, setelah satu runtukan disambung runtukan lainnya, kok runtukan teman gue ini berubah menjadi

The Namesake

.
β€œEvery husband loves a wife that much, Ashima…
But they can not afford to build a Taj Mahal.”
.
(Ashoke to Ashima (his wife) during their family trip to Agra when she exclaims how much Shah Jahan loved Mumtaz to build Taj Mahal)

Waiting in Vain…

Lagu Waiting in Vain ini adalah salahsatu soundtrack film Serendipity (di film itu, lagunya dinyanyikan oleh Annie Lennox; bukan yg versinya Bob Marley).
I love this song very much…

The Perfect Woman

PS : duluuu banget, 4 tahun yang lalu, pas gue lagi cengo’-cengo’nya tahu kalo Baim suka sama gue (nostalgila, ceritanya), gue pernah dapet e-mail berisi saduran cerita berikut ini. Siapakah yang mengirimkan e-mail tersebut ? Hehe, si Baim πŸ˜€ Isi ceritanya agak-agak “menohok-hati” sih… tapi pesan moral-nya dalem. Intinya, gak ada manusia yang sempurna, laki-laki pun perempuan…