Zaman-dahulu-kala saat single, setelah menikah sampai sebelum Alma lahir, gue nggak tidak terlalu suka bawa tas saat jalan-jalan. Mikirnya : kalau bisa hanya bawa handphone & dompet, buat apa repot bawa tas ? ![]()
Seiring dengan berjalannya waktu (& “belajar” jadi cewek), akhirnya mengalahlah gue pada keadaan dan mulai membiasakan diri bawa tas. Tetapi tetap… masih lebih sering nekad bepergian dengan hanya mengantungi dompet-handphone-kunci rumah.
Setelah Alma lahir & “perdana” diajak jalan-jalan… tidak bisa lagi gue pergi-pergi dengan hanya mengantungi dompet, kunci & handphone. Instead, harus bawa tas khusus berisi segala pirantinya Alma, dari mulai popok… Selengkapnya
