July 29th, 2010
Segala kegiatan nguplik2 bikin sesuatu selalu jadi kegiatan yang meditatif (bagi gue). Suka aja, dalam keheningan, tangan gue ngoprek-ngoprek bikin apaaa… gitu. Trus jadi deh sesuatu; entah itu masakan, aneka barang, gambar… etc.
Akhir-akhir ini gue mulai “sadar” kalau ternyata, punya me-time nggak harus dengan keluar jalan-jalan & doing some retail therapy. Hehee, iya sih lega… tapi abis itu pusing lagi pas lihat tagihan belanjanya
Yaudah, dengan menghabiskan me-time di rumah, toh gue nggak harus repot-repot mompa ASI & mewanti-wanti Baim dengan sederet instruksi untuk jagain Alma. Sekarang tinggal mikirin : enaknya ngapain ya, buat… Selengkapnya
Categories: Do-It-Yourself, the baby |
Tags: Alma, baby, bando, bayi, me-time, pita, project-baby-Alma | 13 Comments
July 27th, 2010
Sepagian tadi, tumben Alma rewel. Entak kenapa. Bangun pagi, narik-narik baju gue sambil nggeremeng. Sepanjang menyusu juga masih rewel. Popok sudah diganti pun masih menjerit-jerit melengking. Agak mendingan setelah dimandikan, tapi setelah itu… rewel lagi, menangis. Kasihan kalau lihat dia nangis gitu. Yaudah, dikasih susu lagi deh. Kemudian dia menyusu dengan rakus, diselingi satu-dua kali menangis (rewel) lagi. Lepas 10 menit menyusui, tiba-tiba… pluk, dia tidur. Nyenyak. Pulas.
Melihatnya, dalah hati gue ngebatin : “Enak banget yaa jadi bayi… Ngantuk atau kecapekan, nangis. Popok basah & nggak betah, nangis. Laper, tinggal nangis… pasti habis itu langsung
Categories: pool of thoughts, recycle bin |
Tags: bayi, crybaby, rewel, sikap | No Comments
July 26th, 2010
Bukan gue kalau kakinya nggak gatel pengen jalan-jalan
Kalo kata nyokap, udah punya gembolan kok masih doyan jalan-jalan. Ya doyan dong, bu… kan hobi, hehee. Kaki gue makin gatel-pengen-jalan setelah tahu kalau sebulanan ini sedang ada Georgetown Festival di distrik kota tua sana. Ini, dalam rangka merayakan Penang sebagai salahsatu World Heritage Site-nya UNESCO. Iiii… jadi pengen ke kota tua lagi !
Kebetulan pas kemarin nyushi-bareng cewek2 Parlimail, di Sushi King lihat poster Festival Bon Odori. Katanya adalah program kerjasama turisme disini dengan pusat kebudayaan Jepang. Diadakannya di Esplanade City Hall (weits, gak cuma Singapur… Selengkapnya
Categories: story lounge, travel, with friends |
Tags: bag, Georgetown, jalan-jalan, marin, mo, penang, poster, World Heritage Site | No Comments
July 25th, 2010


Categories: gallery, the baby |
Tags: Alma | 2 Comments
July 21st, 2010
Yang akhir-akhir ini berkunjung ke rumahatiku mungkin pada bosen, lagi-lagi ada cerita tentang selendang ajaib bernama Sleepywrap. Berhubung kemarin ada teman-teman bertanya, marilah direview sekalian aja. Jangan bosan yak 
Pilihan kami untuk ber-baby-wearing-ria udah pernah diceritakan sekilas disini. Sebenarnya ada banyak jenis & merk gendongan; tapi berhubung nggak gape’ menggendong pakai kain jarik, trus disini nemunya hanya sleepywrap, ya akhirnya jadi beli itu aja. Harganya ‘mayan bikin nyengir, tapi mending sekalian beli yang bagus biar awet. Setelah Alma lahir… nah, inilah saatnya untuk membuktikan kesaktian selendang ajaib ini.
Categories: review, the baby |
Tags: 2009, Aini, baby, cerita, marin, review, sleepywrap | 14 Comments
July 18th, 2010
Jujur aja : nggak ada yang lebih melegakan seorang ibu nun jauh di rantau (yaelah, timbang di negara sebelah doang), selain dikunjungi oleh… ibunya sendiri
Hahaa, tetep yaa… biarpun udah jadi emak-emak, begitu ketemu sama emak sendiri yah keluar juga bawaan “jadi anak”nya.
Jadi, minggu lalu kami kedatangan tamu kehormatan lagi : nyokap gue (a.k.a Yangtiq) & Agam (adek bungsu gue). Setelah mereka puas jalan-jalan dari Singapore, Melaka & KL, barulah Ibu & Agam ke Penang (sementara dari KL, ayah langsung balik ke Jakarta). Nah, disini, agenda utamanya bukan buat jalan–jalan lagi… tapi buat nengokin… Selengkapnya
Categories: family room, gallery, story lounge, travel |
Tags: penang | 2 Comments
July 16th, 2010
Zaman-dahulu-kala saat single, setelah menikah sampai sebelum Alma lahir, gue nggak tidak terlalu suka bawa tas saat jalan-jalan. Mikirnya : kalau bisa hanya bawa handphone & dompet, buat apa repot bawa tas ? 
Seiring dengan berjalannya waktu (& “belajar” jadi cewek), akhirnya mengalahlah gue pada keadaan dan mulai membiasakan diri bawa tas. Tetapi tetap… masih lebih sering nekad bepergian dengan hanya mengantungi dompet-handphone-kunci rumah.
Setelah Alma lahir & “perdana” diajak jalan-jalan… tidak bisa lagi gue pergi-pergi dengan hanya mengantungi dompet, kunci & handphone. Instead, harus bawa tas khusus berisi segala pirantinya Alma, dari mulai popok… Selengkapnya
Categories: review, story lounge, the baby, travel |
Tags: Alma, baby, bayi, diaper backpack, diaper bag, laptop bag, ransel, tas, travel | 3 Comments
July 14th, 2010
Katanya nih ya…
…salah satu hasil dari proses evolusi manusia adalah bahwa wanita, secara perilaku & fisiologis, lebih peka mendengar suara tangisan bayi (sudah ada banyak hasil penelitiannya juga, salahsatunya disini). Sedari jaman-dahulu-kala-saat-manusia-hidup-di-gua, kepekaan akan suara tangis bayi ini adalah salah satu perangkat tambahan untuk wanita yang memang dirancang oleh-Nya untuk fungsi maternal & nurturing : mengawasi bayi & anak-anak serta memastikan mereka selalu nyaman & aman. Jadi kalo bayi nangis, wanita bakal langsung “alert” & mencari tahu apa yang membuat si si bayi/anak tersebut nangis (menangis bagi bayi/anak-anak adalah manifestasi rasa nggak aman &… Selengkapnya
Categories: Aini & Baim, story lounge, the baby |
Tags: evolusi, manusia, perilaku, tangis bayi | 5 Comments
July 14th, 2010
Meski banyak yang bilang kalau menjadi ibu adalah pekerjaan termahal didunia (bayarannya CINTA & ridho Allah, bo’
), pekerjaan termulia di-seantero jagad raya, pekerjaan terindah yang pernah ada… tetap aja, kalau udah teler-meler-subeler rasanya pengen ngambil cuti juga 
Tapi gimana mo ngambil cuti, kalau ternyata salahsatu jobdesc menjadi ibu adalah jam kerjanya 24/7 ? Yah… minimal kudu punya me-time sendiri laa. Apalagi buat SAHM macam gue, ada laa masa-masa dimana mata pengen melihat dunia luar juga setelah sepet melihat pemandangan dinding rumah lagi-dinding rumah lagi. Tapi sekarang gue nggak bisa seenaknya lenggang kangkung ayun-kaki… Selengkapnya
Categories: gilamakan, story lounge, with friends |
Tags: me-time, motherhood, rumahtangga | 3 Comments