Sayang, Kapan Kita Masak Rendang Lagi ?

July 5th, 2009

Aini : “Rendangnya enak, sayang ?”
Baim : “Awermrhemhm… Wewaaah… ewaaah aanget hahang !!”
Aini : “… ???”
Baim : (buru-buru menelan kunyahan rendang di mulut) “Wuenak ! Enak bangettt, sayang !? Serasa makan rendang di Sederhana, but this one is better hehee.”
Aini : “Waaah makasih, sayang :-D Kalo gitu, kapan-kapan kita masak rendang lagi yuuuks ? Misalnya nanti pas makan-makan ngerayain kamu lu
Baim : “… NGGAK MAUUUU !!
Aini : “LHO, kok ??? Katanya kamu suka, katanya rendang-nya enak??”
Baim : “Aku nggak mau, soalnya aku capek ngaduk rendangnya. Masaknya lama, pula !! Mendingan kita bikin soto, opor, ato semur yang dulu kamu bikin itu, deh
Aini : ….  (*speechless*)

P.S : Btw, I know the reason why Baim said that eating our homemade Rendang is even better than eating @ Sederhana : b’coz here, he can have the whole pot of it… :-P

.

Resep rendang-nendang & cerita dibalik pembuatannya nanti menyusul, ya :-D Kami mau makan malam duyuuu aah… Pakai sepiring nasi hangat, sayur tumis & rendang berkuah bumbu guriiih..  ;-)


Categories: Aini & Baim, moi kitchenette | Tags: , ,

2 Comments

  1. First Attempt : Making Rendang (^^) | Catatan si Aini

    [...] adalah hasil dari 5 jam memasak rendang (not to mention hasil lainnya adalah Baim jadi trauma bantuin gue ngaduk rendang ) [...]

  2. tri hendrawan

    Menarik sekali artikel diatas, dan tambahkan pengempuk daging merk PROZYME (pengempuk daging alami) dalam bentuk serbuk, mudah caranya 1 sdm tambahkan 3/4 air untuk 1 kg daging cukup 3-5 menit daging sudah empuk atau dicampur bumbu dan dimasak langsung juga bisa dan cocok untuk masyarakat di seluruh indonesia.

    Semoga bisa membantu dan lihat http://www.facebook.com/tri.hendrawan

Leave a comment