TanahAbang, Fruit Pie & Wisata Kuliner
April 13th, 2009
…pulang kali ini benar-benar untuk membayar semua hutang kerinduan, seperti yang pernah gue buat rangkumannya disini
Sengaja kami nggak memberitahu sanak saudara & teman-sahabat agar kami sendirilah yang menentukan selama liburan mau kemana; takutnya kalau udah kadung janji kesana-kemari, yang ada hanya melunasi janji & lelah. Namun tetap, prioritas kami berdua adalah menemui keluarga, para sahabat & kemudian bersenang-senang ![]()
Hari pertama di JKT : paginya saat masih ngucek-ngucek mata, ibu langsung mendaulat gw untuk ke… TANAH ABANG…!!! Wahahahaaa, benar-benar impian jadi kenyataan
Ibu sih bilangnya cuma sebentar aja kesana, minta ditemanin ngambil baju seragam pesanan untuk acara Dharma Wanita. Hohohoo, sebentar pun gak apa-apa Bu… toh selama disana gw bisa sekalian cuci mata
Baim yang tahu-betul betapa ngidamnya gue akan jalan-jalan ke ke Tanah Abang, langsung memberi ijin… pesannya hanya satu : “Pulang beliin aku nasi padang pake rendang ya, hehee…”
“Beresss !!!” seru gue sebelum ngacir ![]()
Sampai di Tanah Abang… gue langsung KALAP…! Kalap-nya pas lihat jajaran bahan brokat & lace halus beraneka warna, bahan-bahan kebaya silk berbordir krancang, blus-blus bersulam bunga, mukena… you name it-lah. Semuanya bikin NGILERRR !! Gue jadi inget sama teman-teman yang kemarin minta dibuatkan sketsa design baju kebaya… hadoh, seandainya saja gue bisa menemani mereka ke tanah abang, membantu memilihkan bahan sambil berburu-bahan juga… huaaaa… pasti bakal seru bangets !!
Ibu yang melihat lidah gue mulai menjulur-julur ngiler, buru-buru menarik gue menjauhi toko-toko bahan & menuju toko “Lima”, tempatnya mengambil baju pesanan. Hahaaa, cara ini berhasil untuk beberapa saat saja, karena sesampainya kami di toko “Lima”, gue mulai ngiler-buas saat melihat berbagai beraneka warna tafetta-silk bersulam-pita, disampirkan di seluruh penjuru toko… OH, INI ADALAH GODAAN YANG SANGAT TIDAK TERTAHANKAN !!! TOLONG AKUUU…!!!
Untungnya Ibu sendiri nggak berlama-lama di toko itu karena setelah mengecek & melunasi pesanan, ibu langsung cabuuuuts & keluar dari Tanah Abang, haha…! Mungkin kalau lebih lama sedikiiit saja duduk di toko itu, iler gue udah mbleber kemana-mana saking pengennya membawa pulang selembar (atau dua, yah ?) tafetta silk dari toko tersebut
Ya sudah… nggak tuntas ngiler di toko kain, jadinya ngiler di rumah aja, saat GANAS melahap nasi padang berlauk rendang, bersama si Baim
Akhirnya… tercapailah cita-cita yang mulia ini : menikmati lezatnya nasi padang lauk rendang…
Jumatnya, gue & Baim pergi mengunjungi abah-bunda-Mutia & Ahmad di BOGOR
Selesai sowan, Mutia langsung mendaulat gue untuk bikin Fruit Pie di bakery-nya, yippieee!! Sementara Baim asyik hilirmudik di kantor lalu Jumatan bareng abah & Ahmad, gue & Mutia udah jalan2 ke supermarket membeli susu, strawberry & buak kiwi… lalu mencetak adonan kue pie & memanggangnya…

membuat fla-susu, menyiapkan buah-buahan untuk isi pie, membuat jelly bening encer & melelehkan dark-cooking chocolate untuk dioles di dasar cawan pie…



Setelah semuanya disiapkan, mulailah kami mengisi cawan-cawan kue pie
Daaaann… inilah hasilnya :


Mutia mengagumi hasil karya-nya di hari itu, hehee...
Mantap ‘kali bukan, kue pie hasil buatan Mutia ??
Emang adek gw yang satu ini jago banget dah bikin segala jenis kue, cake & roti… Silakan buktikan : datang & cicipi saja langsung di bakery-nya, “Arrakis”, di pertokoan Sinar Bogor-Warung Jambu ![]()
Tepat saat kue pie selesai dibuat, abah, Baim & Ahmad pulang dari Jumatan. Ditambah datanglah si Rif’at (anaknya tante Idus) yang baru pulang sekolah. Langsung deh… kue pie mulai digasak & berpindah ke perut mereka masing-masing
Selesai makan pie-pun, kami diajak abah makan siang di Warung Sate Haji Ismail-Taman Kencana… Huwaaaa, sup daging sapi & sate ayam di sini ini benar-benar lezaaaaat, penuh bumbu & gurihnya pas… Mungkin yang bisa mengalahkan kelezatan sate ayamnya tu hanya warung sate ayam seberang RS Pertamina ![]()
Sorenya saat kami hendak pulang ke Jakarta, masih pula kami dibekali beberapa potong kebab buatan Mutia (dijual di warung Bait-Kebab, depannya bakery Arrakis), kue pie hasil tadi siang & asidah (semacam dodol-arab yang berrempah, dimakan panas-panas bersama lelehan mentega cair). Dengan bekal-sejibun itu, semakin mantaplah kami bahwa misi utama kami selama pulang ke Indonesia adalah : MAKAN-MAKAN… ! ![]()
Related posts:
Categories: family room, gilamakan, travel | Tags: bogor, family room, Jakarta, kuliner



